Jumat, 28 November 2008

WASIAT AUN BIN ABDULLAH AL-HUDZALLI KEPADA PUTERANYA TENTANG MUHASABAH (EVALUAIS DIRI)

Aun bin Abdulloh berkata ketika menasehati anaknya:
“Anakku, jadilah salah seorang yang jauhnya dari orang lain lantaran keyakinan dan membersihkan diri, kedekatannya kepada orang lain lantaran kelembutan dan kasih sayang, jauhnya lantaran kesombongan atau keangkuhan, dekatnya bukan lantaran tipu daya atau muslihat dengan lisan. Ia mengambil teladan dari orang-orang sebelumnya sekaligus menjadi panutan bagi orang-orang-sesudahnya, ilmu tidak samara, kebodohannya tidak terlihat dan ia tidak terburu-buru ingin memperoleh apa yang diharapkan. Ia memaafkan kesalahan yang jelas dikatahuinya, tidak melulu melihat kepada haknya, dan melebihkan kewajiban yang dilaksanakannya. Kebaikannya diharapkannya dan kejahatannya tidak dihawatirkan. Jika bersama orang-orang yang lalai, ia ditulis dalam golongan orang-orang yang ingat dan jika bersama orang-orang yang ingat ia tidak ditulis dalam golongan orang-orang yang lalai. Jika dipuji ia tidak merasa besar diri disebabkan oleh pujian orang yang tidak mengerti tentang dirinya. Ia tidak melupakan kekurangan diri yang telah diketahuimya. Ia takut terhadap perkataan mereka dan memohon ampun terhadap ketidak tahuan mereka. Ia mengatakan: “aku lebih mengerti tentang diriku daripada orang lain, sedangkan Alloh lebih tahu tenntang diriku daripada aku sendiri.” Ia merasa lambat dalam beramal. Ia melaksanakan amal shalih dengan diliputi rasa takut. Siang hari ia berdzikir, sore hari ia bersyukur, malam hari ia was-was dan pagi hari ia bergembira.(bersambung....)

Tidak ada komentar: